Minggu, 25 April 2010

Siswa Miskin vs Pungli


Dana Pendidikan Untuk Pungli

Seperti biasanya setiap akan menghadapi UN (Ujian Nasional), siswa diharapkan sudah melunasi biaya-biaya administrasi sekolah. Namun pelunasan biaya tersebut tidak diharuskan, artinya kalau memang belum mempunyai uang diharapkan siswa bisa menghadirkan orang tua atau wali siswa untuk memberikan keterangan, karena biaya tersebut adalah tanggungjawab orang tua. Dengan demikian siswa bisa menghadapi UN dengan tenang.

Pada kesempatan tersebut ada beberapa siswa yang belum lunas maka mereka menghadirkan wali siswa ke sekolah. Orang tua mereka rata-rata pekerja buruh srabutan dan penjual es. Setelah dimintai keterangan ada siswa perempuan yang menangis karena tidak punya uang dan kedua orang tuanya sedang merantau sebagai penjual es di luar kota. Dengan kejadian tersebut pihak sekolah bisa memahami dan sekaligus memberikan beasiswa atau keringanan beaya administrasi.

Pungli Sekolah
Dalam waktu yang bersamaan disekolah tersebut ada dua orang tamu dengan mengendarai mobil mewah. Menurut teman yang sudah kenal tamu tersebut pejabat dari lingkungan Dinas Antah Berantah. Setelah diterima kepala sekolah dan ngobrol kesana kemari, selanjutnya oknum bendahara sekolah memasukan uang Rp 400.000 kedalam amplop. Uang tersebut untuk siapa ? yang pasti pembaca bisa menebak sendiri.

Menurut beberapa sumber, tamu tersebut sering datang ke sekolah dan tidak jelas tujuannya. Karena tidak membawa surat tugas dan tidak pernah memberikan pembinaan apapun, tetapi kalau tidak diberi uang mereka menanyakan sambil marah-marah dengan nada mengancam.

Sungguh Ironis
Sementara siswa kesulitan membayar uang sekolah tetapi pejabat dengan mobil mewah seenaknya minta uang yang dihimpun dari siswa miskin dengan alasan sebagai uang transport, padahal pejabat tersebut sudah digaji dengan uang rakyat. Tamu tersebut tidak punya hati nurani atau tak bermoral, sehingga berbuat seperti preman jalanan sebagai peminta-minta atau pengemis.

Bagaimana kalau semua pejabat Indonesia bermoral seperti pengemis…? Seandainya semua pejabat di lingkungan Antah Berantah mirip-mirip pengemis, jawabannya sudah pasti bahwa pendidikan Indonesia tidak akan lebih baik sampai kapanpun.

Pemerintah sedang giat-giatnya merancang kurikulum pendidikan berkarakter, sementara pejabat di lingkungan Dinas Antah Berantah tak bermoral. Sebaiknya siapa yang bisa merubah tabiat buruk para pejabat dari Dinas Antah Berantah ? Pejabat tersebut perlu dibina dan belajar bersama siswa SMP. He he he…

1 komentar:

  1. Waduh makin jelek aja citra pendidikan kita nie Gan kalau pendidik-nya juga gk bener ,,

    BalasHapus

Komentarlah Sebagai Tanda Persahabatan...

 

Buku Murah


Masukkan Code ini K1-BE118B-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Pasang Link Aku

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pengikut