Kamis, 16 Agustus 2012

Diduga Mark Up Seragam Sekolah Klaten : “Toko Kain & Koperasi Sekolah Kongkalikong”



“Mau pilih jenis ero atau oxford?” Tanya seorang pria, karyawan toko kain SB di Jl Gatot Soebroto Solo kepada Solopos.com yang mengaku sebagai seorang guru yang ingin membeli bahan seragam OSIS, Selasa (14/8/2012).

“Masing-masing berapa permeternya,” tanya Solopos.com.

“Kalo ero dengan l50 cm Rp20.000/meter, kalau oxford dengan lebar 115 cm Rp23.000/meter. Itu semua harga eceran, kalau beli grosiran tentu dapat potongan harga,” jawabnya.

Sambil menunjukkan dua jenis kain itu, pria itu bercerita bahwa cukup banyak sekolah di Soloraya yang memesan bahan seragam ke toko SB. Hampir sebagian besar pemesan memilih jenis kain oxford yang memiliki kualitas lebih baik dibandingkan jenis lainnya.

Di toko ini, bahan celana atau rok OSIS untuk SMP dijual Rp25.000/meter untuk jenis osaka dan Rp35.000/meter untuk jenis drill. Biasanya pemesanan kain dalam jumlah banyak sehingga toko memberikan potongan harga. “Kalau mau ambil untung nanti harganya bisa diperbarui. Itu bisa diatur oleh pimpinan kami. Yang jelas, harga beli di sini tentu berbeda saat dijual kepada siswa. Masa pemesan tidak ambil untung?” katanya.

Setelah toko SB, Solopos.com menyambangi toko kain yang berada di Jl Dr Rajiman Solo, SSM. Begitu mengutarakan ingin membeli seragam sekolah, seorang karyawan langsung meminta Solopos.com menemui seseorang di ruang dalam.

“Sekolahnya di mana,” tanya seorang perempuan paruh baya kepada Espos.

“Sekolah swasta di Boyolali,” jawab Espos.

“Wah, orang yang biasa melayani sekolah dari Boyolali sedang tidak ada, jadi maaf kami tak bisa melayani,” terangnya.

Kendati mengaku tak bisa melayani, perempuan itu bersedia membeberkan kisaran harga kain eceran yang dijual di toko tersebut. “Untuk jenis tetoron cotton harganya Rp15.000 hingga Rp20.000/meter. Untuk jenis oxford di atas Rp20.000/meter. Sekolah rata-rata memilih jenis oxford yang mempunyai kualitas baik,” jelasnya.

Pengakuan dua karyawan di dua toko tekstil di Kota Solo itu berbeda dengan pengakuan pengurus koperasi sekolah di Klaten. Bendahara Koperasi Usaha Sejahtera SMPN 1 Ngawen, Ema R, mengaku membeli bahan seragam OSIS dari toko SSM tersebut seharga Rp57.000/meter untuk atasan dan Rp69.000/meter untuk bawahan. Untuk seragam kotak-kotak, Ema mengaku memesan ke toko SB seharga Rp84.000/meter untuk atasan dan Rp69.000/meter untuk bawahan.

“Harga kain yang dijual kepada siswa itu menyesuaikan dengan harga penawaran dari toko,” kilah Ema dengan membawa daftar penawaran harga kain dari sejumlah toko kepada Solopos.com di SMPN 1 Ngawen, Senin (13/8).

Anggota Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (Formas Pepak), Abdul Muslih, menduga sejak awal sudah ada kongkalikong antara toko pemasok seragam dengan koperasi sekolah. Menurutnya perbedaan harga jual seragam menurut karyawan toko dan koperasi sekolah itu terlalu tinggi.

“Kalau harga aslinya sekitar Rp20.000/meter kemudian dijual kepada siswa Rp57.000/meter keuntungannya sudah Rp37.000. Itu masih harga eceran. Kalau beli grosiran tentu dapat potongan harga. Jika dikalikan dengan jumlah siswa di masing-masing sekolah di Klaten, keuntungannya tentu fantastis,” ungkapnya.

Sumber : http://www.solopos.com/2012/klaten/dugaan-mark-up-seragam-toko-kain-koperasi-sekolah-kongkalikong-319157

0 komentar:

Posting Komentar

Komentarlah Sebagai Tanda Persahabatan...

 

Buku Murah


Masukkan Code ini K1-BE118B-2
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

Pasang Link Aku

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Pengikut